Rabu, 16 Maret 2016

PENGELOLAAN SAMPAH DI BANDUNG




PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTAK BANDUNG


pengelolaan sampah di Kota Bandung, Jawa Barat, terhambat oleh kurangnya truk sampah.

Akibatnya, pengangkutan sampah dari tempat pembuangan sampah sementara tempat pembuangan sampah Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat tidak bisa dilakukan setiap hari.

Setiap hari sampah di Kota Bandung sekitar 1.600 ton. Dari jumlah itu, yang dapat diangkut ke pembuangan akhir (TPA) Sarimukti sekitar 1.200 ton. Sisanya, sebanyak 150-250 ton warga diproses, 150-250 ton sampah lainnya tidak diangkut, dan dibuang di tempat pembuangan sampah liar meski tong dan tempat sampah berbagai ukuran di sana sudah di adakan dengan baik.

"Jumlah truk sampah saat ini sekitar 120 unit, yang harus mengambil sekitar 140 unit untuk mencapai 160 TPS (tempat pembuangan) di seluruh Bandung. Mengangkut sampah di TPS rata-rata bisa dilakukan tiga kali seminggu," jelas Kepala Biro Hukum dan Humas Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung, Djubaedah, Kamis (25/9), di Bandung.

Padahal CSR berupa container sampah sudah di turunkan

Dengan kondisi seperti ini, sulit untuk membuat Bandung sebagai bersih kota pariwisata.

Dari 120 truk sampahjenis container dibandung, 10 truk dari yang bantuan swasta melalui dana dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Secara umum, kondisi truk milik Kebersihan PD juga cukup lama sehingga perlu diremajakan.

Selain jumlah truk sampah kurang, jumlah petugas penyapu jalan hanya 1.300 orang, yang bekerja di 05.00 sampai 11.00. Mereka belum mampu menjangkau seluruh kota Bandung, tetapi hanya jalan utama atau protokol dan jalur wisata.

Dengan kondisi seperti ini, kata Djubaedah, sulit untuk membuat Bandung sebagai kota pariwisata bersih. "Kondisi ini dibantu oleh kerjasama juga dengan sejumlah pengusaha melalui dana CSR. Mereka bersedia membayar sekitar 80 pekerja selama Daya outsourcing bekerja dari pukul 11.00 listrik. Ke 18,00, namun masih terbatas pada sejumlah jalan-jalan utama, "?? katanya.

Djubaedah berharap Pembuangan Akhir dan Pengolahan Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung TPA bukan Sarimukti dapat diselesaikan tepat waktu. TPA Sarimukti akan berakhir umur teknis dari layanan pada akhir 2016.

Kepala Permukiman dan Perumahan Jabar Bambang Rianto mengatakan, pembangunan Daerah TPPAS Legok Nangka dimulai pada pertengahan 2015. "akhir Target 2016, konstruksi telah selesai dan dapat dioperasikan pada awal 2017," kata Bambang selain itu juga team kebersihan yang ia kelola akan di berikan bantuan tongsampah beroda ukuran 120 Liter sampah 240 Liter untuk mempermudah pengankutan sampah di jalan.

Regional TPPAS Legok Nangka Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, diproyeksikan dapat menampung sampah dari Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang dan Garut.

Menurut Ketua Asosiasi Alumni Dari Jepang Jabar, Agus Suherman, Bandung harus belajar untuk Hamamatsu, Jepang, dalam pengelolaan kota, terutama penanganan limbah. Di Hamamatsu, sebuah kota yang dihuni oleh sekitar 0,8 juta orang, TPA bisa menghasilkan listrik serta tempat wisata.

0 komentar:

Posting Komentar

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut