Rabu, 09 Maret 2016

Masalah Lingkungan di perkotaan



MASALAH LINGKUNGAN PERKOTAAN


masalah lingkungan perkotaan setiap hari terus berkembang, masalah terutama lingkungan akhir-akhir ini merasa semakin kompleks, rumit, dan lebih mendesak untuk dipecahkan. Kita semua perlu terus mencari cara untuk mengatasi masalah perkotaan yang lebih rumit.

 
Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama dengan semua elmen negara, pemerintah, masyarakat,pem bisnis dan ahli lingkungan untuk memberikan ide-ide segar yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah lingkungan perkotaan mulai dari pengangguran, kemiskinan, polusi udara, masalah sampah dan lain-lain di Indonesia, khususnya di berurusan dengan pencemaran lingkungan. Upaya untuk mengatasi masalah perkotaan berduri tersebut harus masih dilihat dengan sikap optimis.

Ketika kita menyadari bahwa kita sudah dalam pemilihan kurangnya pembangunan perkotaan yang tepat. Dengan konsep pembangunan berkelanjutan, artikel harus Indonesia tidak harus mengikuti pola negara-negara maju. Bahkan jika bukan yang pertama, Indonesia dapat menerapkan konsep pembangunan perkotaan berkelanjutan cerdas, holistik, inovatif dan partisipatif.


Kebijakab harus lakuka Mainstraming



Dalam rencana kebijakan, Semua diperlukan pembangunan berkelanjutan di semua lini dalam upaya pembangunan, misalnya eksploitasi sumber daya alam dan penggunaan ekologi, kampanye hemat energi berbasis ruang dan terbarukan energi alternatif, serta mempromosikan pengembangan lingkungan infrastruktur di perkotaan , seperti sistem pembuangan kotoran dan bisnis berbasis TPA komunal (dengan limbah memanpaatkan sebagai bahan baku untuk produksi maju, seperti dasar pupuk organik dari sampah kota) dengan cara ini sampah organik dan anorganik di Bandung , jakarta dan bekasi * misalnya, dapat diselesaikan pada solusi kebingungan membersi masalah lingkungan ini .

 Sedangkan tingkat implementasi strategi untuk fokus pada pengembangan sistem kepatuhan, baik dalam koridor hukum dan hak asasi manusia serta persuasif berarti inklusif (mekanisme insentif). Sesuai dengan norma-norma lingkungan dalam kerangka aturan hukum untuk lengkap, yaitu dengan konsisten menjalankan UU No.18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang didasarkan pada prinsip-prinsip 3P yaitu:

- Peningkatan aparat pemanfaatan (peneliti)
- Infrastruktur penegakan hukum lingkungan
- Pengembangan Hukum Jaringan Penegakan Lingkungan.

Seiring dengan peningkatan dan pengembangan penegakan hukum lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup telah menawarkan langkah inovatif melalui berbagai program. KLH dua program unggulan, yaitu

# Sky Blue dan ADIPURA

upaya strategis untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang berkualitas baik, sehat dan berkelanjutan.

Program Langit Biru, antara lain dilakukan melalui penggunaan bahan bakar dan penggunaan teknologi kendaraan ramah lingkungan perlu diperluas dan didukung oleh semua pihak. Upaya yang dimaksudkan untuk mencapai kualitas udara yang lebih baik (Better Air Quality) adalah benar-benar manfaat yang sangat nyata, karena dapat mengurangi dampak serius pada kualitas / kesehatan manusia seperti penurunan IQ, gejala autis dan anemia, infertilitas / keguguran dan agresivitas remaja. Tak kalah penting adalah peningkatan perhatian terhadap masalah kebisingan, karena jelas juga menimbulkan gangguan kejiwaan yang serius. Namun upaya tersebut tidak berakhir di sana, perlu upaya yang lebih serius dan manajemen pola berkelanjutan (lingkungan). Awal ini XXI isu-isu lingkungan abad telah tumbuh semakin rumit. masalah lama masih banyak yang belum berhasil menyelesaikan seperti sampah / MSW dan bencana alam yang telah menyebabkan dampak lingkungan, tetapi isu-isu baru (masalah muncul) telah muncul, antara lain, isu e-waste, B-3 dan perubahan iklim serius mempengaruhi kesehatan manusia. isu-isu baru telah meningkatkan kompleksitas masalah lingkungan di perkotaan, karena kebanyakan dari sumbernya tepatnya di daerah perkotaan. Tuntutan hidup di daerah perkotaan telah menyebabkan gaya hidup yang serba cepat dan menuntut penggunaan fasilitas modern seperti peralatan listrik dan elektronik serta konsumsi energi terus meningkat yang sudah menyebabkan efek negatif yang serius bagi kehidupan manusia. Upaya untuk mewujudkan tanah bersih, air bersih dan air bersih di daerah perkotaan perlu terus memasok tong sampah kecil dan menengah harus terus dilakukan, karena buruknya kualitas lingkungan telah menyebabkan dampak serius pada kehidupan manusia.


PENELITIAN MENUNNJUKAN




Salah satu hasil penelitian menunjukkan bahwa karena lingkungan miskin, miskin di Indonesia terpaksa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar (sekitar 43 triliun rupiah) untuk biaya pengobatan yang harus di dayagunakan untuk keperluan yang lebih produktif dan manfaat langsung untuk meningkatkan kualitas hidup. Kesimpulan dan limbah usulan (solusi) penanganan basah atau kering / lingkungan di Indonesia:

• Jauhkan sosialisasi ekstra penuh kepada masyarakat tentang perlunya perubahan paradigma tentang isu-isu tata kelola sampah sampah, jika sampah dari hulu (rumah tangga) ini adalah yang paling rumit di antara serangkaian sampah organik dan non-organik.

• Pemerintah perlu atau diharapkan untuk memberikan subsidi untuk warna pengadaan publik kantong sampah kresek (tigawarna: kuning untuk anorganik, hijau untuk sampah organik dan merah untuklimbah beracun atau B3), atau minimal 2 warna: Kuning untuk anorganik, hijau untuk sampah organik, dengan mengubah peraturan tentang penggunaan sistem ini. Yang mengacu pada UU.No.18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah

• Segera mengambil pemerintah kabupaten / kota untuk membuat atau merevisi peraturan tentang sampah. Karena hingga saat ini, hampir tidak ada Kabupaten peraturan (kurang) / Kota yang mengacu UU.No.18 tahun 2008 tentang penelitian Sampah.Sesuai Manajemen / penulis empiris di beberapa kabupaten / kota di Indonesia.


• Pemerintah harus langsung melibatkan masyarakat dalam pengelolaan jenis sampah kering basah dikumpulkan dari tong sampah di kantor sekolah atau Permahan (Base Komunal) di TPS, dengan pola Inti-Plasma (Inti di TPA dan Plasma TPS), untuk misalnya produksi kompos / jenis basah organik dari sampah organik. Pemerintah dalam penyebaran dan penerapan Go Green, peregangan kebutuhan untuk melibatkan perusahaan di bidang Pengelolaan Limbah / Lingkungan bersama-sama dengan Perpanjangan Field, dalam rangka menciptakan atau aplikasi langsung dari Limbah Manajemen / Lingkungan pengusaha yang berbasis di masyarakat, baik perkotaan dan pedesaan.

• Ingat !!! bencana adalah tentara Allah, murka Allah itu terjadi "bencana" karena aktivitas manusia tidak bertanggung jawab dalam mngelola / sampah mensiasati dan lingkungan.



 Mari kita bersatu dalam menanggulangi masalah ini. Hentikan pemanasan Global !!!

0 komentar:

Posting Komentar

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut